Kehadiran Xiaomi Pad 7 series pada Maret 2025 di Indonesia telah membuat persaingan dunia tablet jadi semakin ramai. Pasalnya, perangkat yang dirilis oleh vendor asal China ini hadir membawa spesifikasi yang mumpuni namun dengan harga yang lebih ramah dompet.
Dibanderol dengan harga setara smartphone kelas mid range, pengguna sudah akan dimanjakan oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 7+ Gen 3. Chipset tersebut juga sudah didukung dengan ruang penyimpanan luas hingga 256GB.
Tertarik ingin memboyong perangkat ini pulang? Simak terlebih dahulu review Xiaomi Pad 7 berikut agar kamu bisa tahu seperti apa spesifikasi, kelebihan, kekurangan, hingga harga yang ditawarkan.
Xiaomi Pad 7 Green
Xiaomi Pad 7 Gray
Xiaomi Pad 7 Blue
| Tabel Spesifikasi Xiaomi Pad 7 | |
| Tipe | Tablet |
| Bentuk | Bar |
| OS | Android |
| Versi OS | Android 15, HyperOS 2 |
| SIM | - |
| CPU | Qualcomm Snapdragon 7+ Gen 3 (4 nm), Octa-core |
| Kecepatan CPU | 1 x 2.8 GHz Cortex-X4, 4 x 2.6 GHz Cortex-A720, 3 x 1.9 GHz Cortex-A520 |
| Storage | 256GB |
| RAM | 8GB |
| Baterai | 8850 mAh |
| Ukuran Layar | 11,2 inci |
| Resolusi Layar | 3.200 x 2.136 pixels |
| Tipe | - |
| Kamera Belakang | 13MP |
| Kamera Depan | 8MP |
| Fitur dan Layanan | Wi-Fi, IR Blaster, GPS, Bluetooth |
| Dimensi dan Ukuran | 251,22 x 173,42 x 6,18 mm |
| Berat | 500 g |
Walaupun ditawarkan dengan harga Rp5 jutaan, namun desain bodi yang dibawa oleh seri ini sudah premium. Bahkan jika disandingkan dengan Xiaomi Pad 7 Pro, orang mungkin tidak akan bisa membedakannya.
Desain yang digunakan sama-sama menggunakan unibodi, dimana bagian bingkai dan cover bodi belakang menyatu. Material bodi yang digunakan pun sudah berbahan aluminium yang terasa lebih kokoh dan solid saat dipegang.
Ukuran bodi dari versi Pro dan regular juga sama persis. Bobot yang dimiliki hanya 500 gram dengan dimensi bodi keseluruhan mencapai 251,22 x 173,42 x 6,18 mm saja. Ukurannya yang cukup compact membuat tablet mudah dibawa ke mana saja.
Tidak hanya material bodinya yang premium, tablet juga sudah memiliki kemampuan tahan air dan debu berkat sertifikasi IP52. Meski begitu, kehadirannya belum mampu menjaga perangkat dari semprotan air bertekanan tinggi maupun saat terendam.
Pengguna mungkin akan terkecoh dan mengira perangkat membawa banyak kamera saat melihat bagian belakang gawai. Padahal, hanya ada satu buah kamera yang ditemani lampu flash LED di antara empat cincin yang ada di dalam modul kamera belakang.
Sebagai sebuah tablet, perangkat pun sudah dilengkapi dengan konektor untuk menghubungkan gawai dengan keyboard. Tidak ketinggalan ada juga ruang khusus untuk rumah bagi stylus pen khusus Xiaomi, Focus Pen, yang diletakkan di sisi kanan perangkat dalam posisi vertikal bersama dengan tombol volume.
Untuk tombol power diletakkan di sisi atas dan sekaligus berfungsi sebagai sensor sidik jari. Di sisi ini juga di pasang dua buah speaker sementara sisi kiri kosong. Bagian bawah tampak ramai oleh keberadaan dua speaker serta port USB Type-C.
Tidak hanya soal bodi, spesifikasi layar yang dibawa pada seri ini pun tidak berbeda dari varian pro. Pengguna masih akan mendapati sebuah layar berukuran 11,2 inci dengan panel IPS LCD.
Resolusi layar yang dibawa juga masih 3,2K yang menjadikan gambar yang ditampilkan tampak lebih natural. Pengguna juga akan lebih nyaman bermain gim dan scrolling media sosial kerena refresh rate yang dibawa sudah mencapai 144 Hz.
Bagi yang suka bekerja di luar ruangan, gawai juga masih akan bisa terlihat dengan cukup jelas karena kecerahan layar perangkat mencapai 800 nit. Pengguna juga bisa tetap mengoperasikan gawai dengan baik walaupun layar perangkat basah.
Xiaomi juga memastikan pengguna akan tetap merasa nyaman saat harus menatap layar selama berjam-jam. Sebab, perangkat telah dilengkapi beragam sertifikasi yang menjadikannya lebih aman untuk mata. Misalnya Penyesuaian Ritme Sirkadian TUV Rheinland, Bebas Kedip TUV Rheinland, serta Cahaya Biru Rendah TUV Rheinland.
Perangkat juga sudah dilengkapi dengan stylus pen khusus yang akan memudahkan dalam mengoperasikan perangkat. Layar juga sudah mendukung teknologi HDR10 dan Dolby Vision yang membuat pengalaman menonton lebih memuaskan.
Satu hal paling kentara yang membedakan seri ini dengan varian pro adalah jeroan yang dibawa. Tentu saja dengan harga yang jauh lebih murah, perangkat dibekali dengan chipset yang lebih rendah.
Pengguna hanya akan menemukan prosesor Qualcomm Snapdragon 7+ Gen 3 Octa-core pada Xiaomi Pad 7. Meski belum sehebat Snapdragon 8s, namun tergolong masih mumpuni di kelas harganya.
Jika hanya sekadar untuk akses media sosial maupun multitasking, tablet ini masih mampu. Mencari hiburan dengan bermain gim sekelas Mobil Legends maupun Genshin Impact pun masih sanggup.
Bagi para pelajar jurusan desain maupun pemula profesional yang membutuhkan tablet untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan, Xiaomi Pad 7 bisa diandalkan. Ingin edit foto, menggambar animasi, maupun edit video tidak ada masalah.
Selain karena chipsetnya yang sudah mumpuni di kelas harganya, Xiaomi juga membawakan ruang penyimpanan yang sudah cukup besara. RAM yang dipasang mencapai 8GB dengan memori internal 256GB.
Performanya juga semakin menarik berkat penggunaan antarmuka HyperOS 2 berbasis Android 15. Kehadirannya membawa berbagai teknologi baru dari Xiaomi yang menjadikan penggunaan perangkat jadi lebih memuaskan.
Termasuk juga dengan menghadirkan fitur kecerdasan buatan Xiaomi HyperAI untuk membantu mempermudah beragam aktivitas. Beberapa fitur AI yang bisa dimanfaatkan seperti Seni AI, Pengenalan Suara AI, serta Penulisan AI.
Beberapa fitur khas Xiaomi seperti IR Blaster juga masih bisa ditemukan di seri ini. Hanya saja, jika ingin terhubung internet pengguna harus selalu memiliki jaringan Wi-Fi di sekitarnya. Sebab, Xiaomi Pad 7 tidak memiliki versi yang bisa menangkap jaringan seluler.
Selain soal performa, hal mendasar yang membedakan Xiaomi Pad 7 dengan versi Pro adalah sektor kamera. Meskipun sama-sama membawa satu kamera belakang, namun spesifikasi di seri ini lebih rendah, yakni hanya dibekali kamera 13MP saja.
Hal ini tentu membuat hasil jepretan kamera utamanya belum sebagus versi Pro. Meski begitu, jika hanya untuk mengabadikan momen-momen penting, seri ini sudah cukup bisa diandalkan.
Menariknya, untuk urusan video perangkat bisa mendapatkan hasil rekaman hingga resolusi 4K 30fps. Gawai juga dilengkapi dengan fitur dual video yang memungkinkan perekaman dengan kamera depan dan belakang.
Sementara untuk sisi depan, hanya ada kamera 8MP yang dibekalkan. Untuk urusan swafoto maupun panggilan video, masih tergolong baik. Sedangkan untuk perekaman video, resolusi yang dihasilkan hanya 1080P 30fps.
Meskipun tanpa tambahan nama pro di belakangnya, namun kapasitas baterai yang dibawa oleh perangkat ini ternyata tidak berbeda. Xiaomi masih memasangkan baterai berkapasitas 8.850 mAh pada Xiaomi Pad 7.
Tentu saja ukuran baterai yang bongsor membuat daya tahan perangkat bisa bertahan lebih lama. Pengguna bisa mendengarkan musik hingga 258 jam dan menonton video sampai 20,4 jam.
Saat kehabisan daya, baterai Xiaomi Pad 7 juga bisa kembali terisi dengan cepat. Sebab, sudah ada pengisi daya cepat 45W yang dapat mengisi kembali baterai sebanyak 40 persen dalam waktu 30 menit.
Bagi para pemilik dompet tipis yang ingin punya tablet mumpuni, Xiaomi Pad 7 bisa jadi pilihan yang pas. Meski kemampuannya belum sehebat versi Pro, tetapi performa yang ditawarkan sudah melebihi harganya. Sebab, hanya dengan uang Rp5,499 juta saja pengguna sudah bisa memboyong pulang perangkat ini lengkap dengan kabel dan adaptor pengisi daya.
Meskipun tanpa tambahan nama Pro di belakangnya, Xiaomi Pad 7 masih menjadi pilihan tablet menarik di kelas Rp5 jutaan. Pasalnya, perangkat sudah membawa bodi premium dengan spesifikasi yang cukup mumpuni.
Performanya sudah bisa diandalkan untuk aktivitas dengan grafis cukup berat seperti bermain Genshin Impact. Baterainya pun sudah cukup besar dan tergolong awet. Rasanya, para pekerja gaji UMR yang membutuhkan tablet untuk mendukung pekerjaan atau mencari uang tambahan bisa menjadikan perangkat ini pilihan.