Kalau kamu masih menganggap smartwatch itu cuma “jam digital yang bisa kasih notifikasi”, Samsung Galaxy Watch6 Classic mungkin bakal ngubah pandangan kamu. Jam ini punya tampilan yang sekilas justru lebih mirip jam tangan klasik dibanding smartwatch. Apalagi, Samsung membawa fitur yang sempat bikin seri Galaxy Watch jadi sangat khas, yaitu rotating bezel fisik.
Saat kamu ingin berpindah menu, melihat notifikasi, atau menggulir informasi, tinggal putar bezel tanpa harus terus menyentuh layar. Jadi lebih natural, terutama buat kamu yang memang terbiasa menggunakan jam tangan konvensional.
Galaxy Watch 6 Classic juga menarik karena Samsung tidak hanya mengejar tampilan. Di balik bodi stainless steel-nya, ada Exynos W930, RAM 2 GB, penyimpanan 16 GB, serta Wear OS Powered by Samsung dengan antarmuka One UI Watch. Artinya, kamu bisa menggunakannya untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menerima notifikasi, melihat navigasi, mengontrol musik, sampai memantau aktivitas dan kondisi tubuh. Biar nggak penasaran, ini spesifikasi lengkapnya.
Samsung Galaxy Watch6 Classic Black
Samsung Galaxy Watch6 Classic Silver
| Tipe | Smartwatch |
| Bentuk | Round (Bulat) |
| OS | Wear OS Powered by Samsung (One UI 5 Watch) |
| SIM | Tidak ada |
| CPU | Exynos W930 Dual-Core 1.4 GHz |
| Storage | 16 GB |
| RAM | 2 GB |
| Baterai | 300 mAh (varian 43 mm) / 425 mAh (varian 47 mm) |
| Ukuran Layar | 1.3 inci (43 mm) / 1.5 inci (47 mm) Super AMOLED |
| Resolusi Layar | 432 x 432 piksel (43 mm) / 480 x 480 piksel (47 mm) |
| Tipe Jaringan | Bluetooth 5.3, Wi-Fi 2.4+5 GHz, NFC, GPS/Glonass/Beidou/Galileo |
| Kamera | Tidak ada |
| Fitur dan Layanan | BioActive Sensor (ECG, BIA, Optical Heart Rate), Temperature Sensor, Sleep Coaching, Irregular Heart Rhythm Notification (IHRN), Fall Detection, 90+ mode olahraga, Samsung Wallet, Google Assistant, Google Maps, Google Play Store, Always-On Display |
| Dimensi dan Ukuran | 42.5 x 42.5 x 10.9 mm (varian 43 mm) / 46.5 x 46.5 x 10.9 mm (varian 47 mm) |
| Panjang Strap | 145-215 mm (Standard Quick Release / One-Click Band) |
| Berat | 52 gram (varian 43 mm) / 59 gram (varian 47 mm, tanpa strap) |
Dari pertama kali melihatnya, Galaxy Watch 6 Classic memang punya daya tarik yang berbeda. Bentuknya bulat, bodinya menggunakan stainless steel, dan ada rotating bezel di sekeliling layar. Kombinasi ini membuatnya terlihat seperti jam tangan klasik, bukan sekadar perangkat elektronik yang ditempelkan di pergelangan tangan.
Samsung juga membuat rotating bezel pada generasi ini 15 persen lebih tipis dibandingkan Galaxy Watch 4 Classic. Hasilnya, tampilan layar terasa lebih luas tanpa membuat bodinya kehilangan karakter khas seri Classic.
Yang paling menyenangkan tentu saja pengalaman menggunakan bezel tersebut. Kamu bisa memutarnya untuk menggulir menu atau informasi tanpa harus menyentuh layar. Galaxy Watch 6 Classic tersedia dalam ukuran 43 mm dan 47 mm. Untuk strap, Samsung menggunakan Hybrid Eco-Leather Band yang memiliki tampilan seperti kulit di bagian luar dan fluoroelastomer di bagian dalam. Penggantian strap juga dibuat lebih mudah dengan mekanisme One-Click Band.
Soal ketahanan, jam ini memiliki rating 5ATM, IP68, dan MIL-STD-810H. Namun, bukan berarti kamu bisa membawanya untuk segala jenis aktivitas air. Rating tersebut tetap memiliki batas penggunaan dan perangkat tidak dirancang untuk aktivitas seperti menyelam.
Layar menjadi salah satu bagian yang cukup memanjakan mata. Galaxy Watch 6 Classic 47 mm menggunakan panel Super AMOLED berukuran 1,5 inci dengan resolusi 480 x 480 piksel. Ukurannya cukup lega untuk sebuah smartwatch, sehingga membaca notifikasi, melihat statistik olahraga, atau sekadar memilih watch face terasa nyaman. Warna yang ditampilkan juga terlihat tajam dan kontras. Ditambah lagi, Samsung menggunakan Sapphire Crystal sebagai pelindung layar. Material ini terkenal memiliki ketahanan gores yang tinggi, sehingga lebih aman untuk penggunaan sehari-hari.
Samsung juga menyediakan Always-On Display. Dengan fitur ini, kamu bisa tetap melihat informasi waktu tanpa harus terus mengangkat atau mengetuk layar. Untuk penggunaan di luar ruangan, layar Galaxy Watch 6 Classic juga cukup terang dan tetap mudah dibaca. Namun, seperti perangkat dengan layar lain, tingkat keterbacaan tetap bisa dipengaruhi kondisi cahaya dan pengaturan layar yang kamu gunakan.
Untuk varian 47 mm, Galaxy Watch 6 Classic menggunakan baterai 425 mAh. Sementara itu, model 43 mm memiliki kapasitas 300 mAh. Samsung mengklaim baterainya bisa bertahan hingga 40 jam dengan Always-On Display dimatikan atau hingga 30 jam ketika AOD diaktifkan. Dalam penggunaan nyata, daya tahan baterai tentu bisa berbeda karena bergantung pada seberapa sering kamu menggunakan GPS, olahraga, koneksi Bluetooth, layar, serta fitur kesehatan.
Pengisian dayanya menggunakan wireless charging dengan konektor magnetis dan mendukung fast charging. Charger magnetis disertakan dalam paket penjualan, sedangkan adaptor daya USB-C dijual terpisah. Dengan daya tahan tersebut, Galaxy Watch 6 Classic memang bukan smartwatch yang bisa kamu pakai berhari-hari tanpa mengisi ulang. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, kapasitasnya masih cukup oke. Kamu juga bisa mengisi dayanya saat mandi, bekerja, atau sebelum tidur jika ingin menggunakannya untuk memantau kualitas tidur.
Kalau ada satu bagian yang membuat Galaxy Watch 6 Classic terasa seperti smartwatch premium, jawabannya adalah fitur kesehatan. Samsung membekali perangkat ini dengan BioActive Sensor yang menggabungkan sensor Optical Heart Rate, Electrical Heart Signal, dan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA).
Dengan BIA, kamu bisa mendapatkan informasi mengenai komposisi tubuh, seperti persentase lemak tubuh, massa otot rangka, kadar air tubuh, dan BMR. Pengukurannya juga bisa dilakukan langsung dari pergelangan tangan dalam waktu relatif singkat.
Fitur pemantauan tekanan darah juga tersedia, tetapi ada hal yang perlu kamu perhatikan. Untuk kamu yang sering mengabaikan waktu tidur, Galaxy Watch 6 Classic juga punya fitur yang cukup menarik. Jam ini dapat memantau berbagai tahapan tidur, termasuk REM, tidur ringan, dan tidur dalam. Data tersebut kemudian digunakan untuk memberikan Sleep Score sehingga kamu bisa mendapatkan gambaran mengenai pola tidurmu.
Ada juga fitur Sleep Coaching yang memberikan rekomendasi berdasarkan kebiasaan tidur. Sensor suhu turut digunakan untuk membantu pelacakan siklus menstruasi. Fitur Custom Heart Rate Zone juga menarik buat kamu yang lebih serius berolahraga. Fitur ini membantu menentukan zona detak jantung sehingga kamu bisa menyesuaikan intensitas latihan dengan target yang ingin dicapai.
Karena menggunakan Wear OS Powered by Samsung, kamu juga bisa mengakses berbagai aplikasi melalui Google Play Store. Google Maps, Google Assistant, Samsung Wallet, dan berbagai aplikasi lainnya bisa digunakan selama kompatibel dengan perangkat.
Samsung Galaxy Watch6 Classic dipasarkan sebagai perangkat smartwatch premium. Varian 43 mm versi Bluetooth ditawarkan pada kisaran harga resmi sekitar Rp5.499.000, sedangkan untuk varian 47 mm versi Bluetooth berada di kisaran harga sekitar Rp5.999.000. Untuk varian dengan konektivitas LTE mandiri, harganya dapat mencapai kisaran Rp6.499.000 tergantung pada penawaran distributor dan paket penjualan.
Harga tersebut dinilai sangat kompetitif mengingat material stainless steel premium, keberadaan rotating bezel mekanis, layar Sapphire Crystal, serta kelengkapan sensor kesehatan tingkat lanjut yang ditawarkannya. Samsung Indonesia juga sering memberikan penawaran menarik berupa cashback, promo trade-in, maupun bonus strap tambahan dalam periode penjualan tertentu.
Ada banyak smartwatch yang punya fitur lengkap, tetapi tidak semuanya punya karakter yang langsung terasa begitu dipakai. Nah, Galaxy Watch 6 Classic adalah salah satunya. Sekilas, kamu mungkin melihatnya hanya sebagai jam tangan dengan layar pintar. Namun, begitu rotating bezel diputar, notifikasi mulai bermunculan, dan berbagai data kesehatan bisa dipantau dari pergelangan tangan, barulah terasa kenapa seri Classic punya daya tarik tersendiri.
Hal yang paling menarik dari Galaxy Watch 6 Classic adalah cara Samsung menggabungkan gaya klasik dengan teknologi modern. Bodi stainless steel dan desain bulat membuatnya tetap terlihat seperti jam tangan sungguhan, sementara layar Super AMOLED, Wear OS, GPS, NFC, dan berbagai sensor kesehatan menunjukkan bahwa perangkat ini jauh lebih pintar dari jam tangan biasa.